Langsung ke konten utama

Postingan

TERAPI MEMAAFKAN

Ketika anda memaafkan orang yang telah melukai hati dan perasaan, sejatinya maaf itu bukan untuk dia, melainkan untuk anda sendiri. Ya, setelah anda memaafkan saudara anda, biasanya ada perasaan tenang, adem,  dan plong di hati. Iya kan? Oleh sebab itu, sebelum tidur Saya mengajak kawan-kawan dimana pun anda berada. Maafkanlah orang-orang yang telah melukai hati dan perasaan anda. Bayangkanlah wajahnya. Sampaikan padanya, "wahai fulan, sungguh aku telah memaafkanmu..." Semoga dengan demikian, ketenangan senantiasa menemani istirahat anda. Sekian dari Saya, LH Bogor, 2 Juli 2017

JANGAN HARAP

"Jika kita tidak bisa mengurus uang yang sedikit, JANGAN HARAP bisa mengurus uang yang banyak..." Begitu kira-kira Quotes yang Saya baca dari salah satu buku karya mba Muri Handayani, owner Razha, pagi tadi Quotes tsb mengingatkan Saya dengan status fesbuk yang Saya buat beberapa hari lalu. Bahwa seyogyanya kita harus bisa mengatur keuangan jangan sampai bocor. Jangan mentang-mentang kita lagi banyak uang, kemudian seenaknya saja dihabiskan dan dihamburkan. Giliran habis tuh uang, bingungnya bukan kepalang. Sehingga kepikiran untuk ngutang, bayar akhir bulan pas ada uang. Aduuh... jangan... Itu bukan solusi, kang... Hehe Makanya pantas, mas Ippho pernah bilang, ada 2 karakter manusia ketika memiliki banyak uang. 1. Manusia yang mentalnya kaya 2. Manusia yang mentalnya miskin Ingat, kaya dan miskin bukan soal harta, melainkan soal mental. Pola pikir. Yang paling pertama terpikirkan oleh orang bermental kaya ketika memiliki uang berlebih adalah _Bagaimana aga...

KISAH PENUH HIKMAH

Kemarin lusa, Saya dapet kabar dari bang Eman, katanya Densus 88+ depok menangkap beberapa  orang pemuda di ITC depok. Konon, pemuda-pemuda tsb berasal dari Brebes, dan ditangkap Densus 88+ karena mencurigakan keluar masuk dengan membawa tas punggung yang sangat kumal. Alias kucel...  Setelah digeledah Densus 88+ isinya mengagètkan seluruh anggota.... Tas punggung tersebut penuh dengan telor asin... 😱 Akhirnya, Densus 88+ menetapkan pemuda-pemuda asal Brebes  tersebut sebagai TELORIST... Setelah Saya infokan hal ini ke grup WA "Story Telling", mendadak salah seorang member asal Brebes berkomentar kaget. Beliau namanya bu Eha... "Maasya Allah, Saya kaget banget. Soalnya Saya orang brebes dan kebetulan jualan Telor asin juga..." Tak lama kemudian, member yang lain pun ikut berkomentar. Ada yang ngasih emo senyum, ketawa, dll, bahkan ada yang bertanya soal telor asin yang dijual oleh bu Eha. Hikmahnya, telor asin bu Eha jadi dikenal banyak orang. Bahkan ...

SUNGGUH TAK BERETIKA...!

Judulnya membuat setiap orang yang membacanya akan berkata WHY? Kenapa? Ada apa? Atau yang semacamnya... Baik, izinkan Saya mengawali tulisan ini dengan membuat sebuah perumpamaan. Misalkan Anda punya rumah, kemudian ada orang masuk ke rumah Anda tanpa ada salam, sapa, basa-basi, kemudian tiba-tiba melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan, meski itu kebaikan. Seperti menyapu, mengepel, membersihkan ruang tamu, dan lain-lain. Atau mungkin, tiba-tiba menasehati Anda. Lain halnya jika diawal ada semacam basa-basi dulu... Anda selaku pemilik rumah pasti bertanya, "Ini siapa sih...?" Pembantu bukan, saudara bukan, teman juga bukan. Lha iya, meski itu kebaikan, mbok yah pamit dulu sama yang punya rumah. Salam dulu, sapa dulu, basa-basi dulu, ini namanya building rapport. Membangun kedekatan. Jangan tiba-tiba melakukan hal aneh. Begitu pun ketika Mau pulang, baiknya pamit dulu, jangan kabur. Jangan membuat si pemilik rumah bertanya, kenapa dia pulang tanpa pamit......

3 HAL YANG DAPAT MERUBAH KEBIASAAN LAMA ANDA

Sekitar pkl. 20.30,  sepanjang jalan Ahmad Yani, kota Bekasi, dibanjiri suporter club sepak bola berseragam orange. Jalanan cukup macet, karena kebetulan pertandingan sepak bola yang digelar di stadion Patriot kota Bekasi itu, baru saja usai. "Bang, udah selesai ya...?" Tanya Saya ke salah seorang supporter yang sedang jalan kaki "Sudah. Seri..." jawabnya simple, dengan wajah yang terlihat lelah dan lumayan Berkeringat... Padahal, Saya tidak bertanya skornya berapa. Namun tanpa ditanya, ia memberi tahu bahwa hasil pertandingan seri. Sejatinya, kalah menang atau seri dalam sebuah pertandingan, adalah hal yang biasa. Yang luar biasa itu, jika menang, bersyukur. Jika kalah, bersabar. Jika Seri, semoga lebih semangat lagi kedepannya... Itulah pertandingan. Melatih hati untuk senantiasa bersyukur, sabar, dan tawakal. Dulu, waktu zaman SMA, Saya termasuk orang yang tidak mau ketinggalan setiap ada club favorit yang sedang bertanding. Saking hobinya, te...

CERITA DULU BENTAR...

Cerita dulu bentar ah Saya punya kawan namanya Teh Efin. Teh Efin ini adalah orang yang membantu Saya di bidang property Syari'ah. Setiap ada orang yang bertanya soal property syariah, Saya coba arahkan ke beliau untuk ditindak lebih lanjut. Sebab jika harus Saya yang memfollow up, antar survey ke lokasi, dll, maka hal itu akan membuat Saya tidak fokus untuk mengurus jamaah yang mau umroh. Makanya setelah lebaran ini, Saya mulai bagi-bagi tugas. Teh Efin, ngurus bagian property... Karlina, ngurus british propolis Sedangkan jualan produk affiliate mah masih Saya garap. Soalnya dia hanya sesekali aja. Pas launching doang. Ya itung-itung uang kaget. Begitu kata guru Saya... Jadi ceritanya, tadi beliau ngasih infok ke Saya. Katanya ada proyek baru di Jawa Timur. Semacam kavling syariah gitu... Saya tanya, "Daerah mana teh?", beliau pun menjawab "Batu, Malang, kang..." "Boleh tau info lengkapnya, teh...?" Tanya Saya... "Boleh kang......

UMROH BUKAN HAK ORANG KAYA

Oleh: Lukmanul Hakim Setiap kita umat Islam, jika ditanya "apakah mau umroh...?", rata-rata pasti menjawab "Mau dong". Kemudian, ketika ditanya "kapan Mau berangkat...?", biasanya akan menjawab "niat sih sudah ada." Betul, setiap kita pasti sudah memiliki niat ingin kesana. Masalahnya, definisi niat itu bukan hanya mengendap di hati, melainkan "bifi'lihii" sambil dikerjakan atau berusaha mewujudkan, agar segera terealisasikan... Contoh saja ketika mau shalat. Apakah cukup dengan niat? Tidak, anda harus menggerakkan anggota badan sehingga sempurnalah shalat. Betul? Contoh lagi ketika mau zakat. Apakah cukup dengan niat...? Tidak, anda harus mengeluarkan SESUATU yang hendak dizakatkan. Leres...? Begitu pun dalam umroh, tidak cukup dengan niat, perlu yang namanya tindakan. Belum mampu cash, kan masih bisa nabung... Belum mampu nabung, kan masih bisa berdoa... Belum mampu berdoa, kan masih bisa memantaskan diri ...