"Jika kita tidak bisa mengurus uang yang sedikit, JANGAN HARAP bisa mengurus uang yang banyak..."
Begitu kira-kira Quotes yang Saya baca dari salah satu buku karya mba Muri Handayani, owner Razha, pagi tadi
Quotes tsb mengingatkan Saya dengan status fesbuk yang Saya buat beberapa hari lalu. Bahwa seyogyanya kita harus bisa mengatur keuangan jangan sampai bocor.
Jangan mentang-mentang kita lagi banyak uang, kemudian seenaknya saja dihabiskan dan dihamburkan. Giliran habis tuh uang, bingungnya bukan kepalang. Sehingga kepikiran untuk ngutang, bayar akhir bulan pas ada uang. Aduuh... jangan...
Itu bukan solusi, kang... Hehe
Makanya pantas, mas Ippho pernah bilang, ada 2 karakter manusia ketika memiliki banyak uang.
1. Manusia yang mentalnya kaya
2. Manusia yang mentalnya miskin
Ingat, kaya dan miskin bukan soal harta, melainkan soal mental. Pola pikir.
Yang paling pertama terpikirkan oleh orang bermental kaya ketika memiliki uang berlebih adalah _Bagaimana agar uang tsb bisa lebih bermanfaat, menghasilkan, bertumbuh, dan berkembang._
Biasanya yang ada di otak mereka adalah, sedekah, modal bisnis, investasi (investasi ilmu, properti, dll). Begitulah pola pikir mereka yang bermental kaya.
Sebab mereka yakin dan percaya, uang tsb pasti balik berkali-kali lipat.
Lain halnya dengan orang yang bermental miskin, yang paling pertama ada di benak mereka adalah _Bagaimana agar uang tsb bisa memenuhi dan menjadikan semua keinginannya._
Bahkan mereka cenderung KURANG atas uang yang Allah titipkan kepadanya. Padahal, bukan uangnya yang kurang, namun syukurnya yang kurang. Alias kurang bersyukur...
Saya yakin, itu bukan Anda. Ya, bukan Anda. Sebab Anda adalah orang yang LUAR BIASA...
Balik lagi soal Quotes diatas,
"Kalau mangurus uang yang sedikit saja tidak bisa, jangan harap bisa mengurus uang yang banyak..."
Artinya, JANGAN NGAREP punya banyak uang, kalau uang recehan aja disepelekan. Dihambur-hambur. Sebab, bisa jadi Allah melihat kita *belum pantas* dianugerahi uang yang banyak. Begitu kira-kira...
Jadi, jangan salahkan siapa-siapa kalau rezekinya segitu-gitu aja. Sebab sedari dulu hingga sekarang, bisa jadi kitanya gitu-gitu aja. Ilmunya gitu-gitu aja, mentalnya gitu-gitu aja, bahkan amalnya gitu-gitu aja, karena memang belum mau berubah dan berbenah.
Saya yakin banget itu bukan Anda. Ya, bukan Anda. Karena Anda adalah orang yang mampu mengatur keuangan dengan baik.
Sekian dari Saya, LH
Bogor, 30 Juni 2017
Begitu kira-kira Quotes yang Saya baca dari salah satu buku karya mba Muri Handayani, owner Razha, pagi tadi
Quotes tsb mengingatkan Saya dengan status fesbuk yang Saya buat beberapa hari lalu. Bahwa seyogyanya kita harus bisa mengatur keuangan jangan sampai bocor.
Jangan mentang-mentang kita lagi banyak uang, kemudian seenaknya saja dihabiskan dan dihamburkan. Giliran habis tuh uang, bingungnya bukan kepalang. Sehingga kepikiran untuk ngutang, bayar akhir bulan pas ada uang. Aduuh... jangan...
Itu bukan solusi, kang... Hehe
Makanya pantas, mas Ippho pernah bilang, ada 2 karakter manusia ketika memiliki banyak uang.
1. Manusia yang mentalnya kaya
2. Manusia yang mentalnya miskin
Ingat, kaya dan miskin bukan soal harta, melainkan soal mental. Pola pikir.
Yang paling pertama terpikirkan oleh orang bermental kaya ketika memiliki uang berlebih adalah _Bagaimana agar uang tsb bisa lebih bermanfaat, menghasilkan, bertumbuh, dan berkembang._
Biasanya yang ada di otak mereka adalah, sedekah, modal bisnis, investasi (investasi ilmu, properti, dll). Begitulah pola pikir mereka yang bermental kaya.
Sebab mereka yakin dan percaya, uang tsb pasti balik berkali-kali lipat.
Lain halnya dengan orang yang bermental miskin, yang paling pertama ada di benak mereka adalah _Bagaimana agar uang tsb bisa memenuhi dan menjadikan semua keinginannya._
Bahkan mereka cenderung KURANG atas uang yang Allah titipkan kepadanya. Padahal, bukan uangnya yang kurang, namun syukurnya yang kurang. Alias kurang bersyukur...
Saya yakin, itu bukan Anda. Ya, bukan Anda. Sebab Anda adalah orang yang LUAR BIASA...
Balik lagi soal Quotes diatas,
"Kalau mangurus uang yang sedikit saja tidak bisa, jangan harap bisa mengurus uang yang banyak..."
Artinya, JANGAN NGAREP punya banyak uang, kalau uang recehan aja disepelekan. Dihambur-hambur. Sebab, bisa jadi Allah melihat kita *belum pantas* dianugerahi uang yang banyak. Begitu kira-kira...
Jadi, jangan salahkan siapa-siapa kalau rezekinya segitu-gitu aja. Sebab sedari dulu hingga sekarang, bisa jadi kitanya gitu-gitu aja. Ilmunya gitu-gitu aja, mentalnya gitu-gitu aja, bahkan amalnya gitu-gitu aja, karena memang belum mau berubah dan berbenah.
Saya yakin banget itu bukan Anda. Ya, bukan Anda. Karena Anda adalah orang yang mampu mengatur keuangan dengan baik.
Sekian dari Saya, LH
Bogor, 30 Juni 2017

Komentar
Posting Komentar