Langsung ke konten utama

3 HAL YANG DAPAT MERUBAH KEBIASAAN LAMA ANDA



Sekitar pkl. 20.30,  sepanjang jalan Ahmad Yani, kota Bekasi, dibanjiri suporter club sepak bola berseragam orange.

Jalanan cukup macet, karena kebetulan pertandingan sepak bola yang digelar di stadion Patriot kota Bekasi itu, baru saja usai.

"Bang, udah selesai ya...?" Tanya Saya ke salah seorang supporter yang sedang jalan kaki

"Sudah. Seri..." jawabnya simple, dengan wajah yang terlihat lelah dan lumayan Berkeringat...

Padahal, Saya tidak bertanya skornya berapa. Namun tanpa ditanya, ia memberi tahu bahwa hasil pertandingan seri.

Sejatinya, kalah menang atau seri dalam sebuah pertandingan, adalah hal yang biasa.

Yang luar biasa itu, jika menang, bersyukur. Jika kalah, bersabar. Jika Seri, semoga lebih semangat lagi kedepannya...

Itulah pertandingan. Melatih hati untuk senantiasa bersyukur, sabar, dan tawakal.

Dulu, waktu zaman SMA, Saya termasuk orang yang tidak mau ketinggalan setiap ada club favorit yang sedang bertanding. Saking hobinya, terkadang lupa dengan kewajiban-kewajiban yang harusnya dilakukan... 😭

Seiring berjalannya waktu dan aktivitas, akhirnya  sedikit bisa mengurangi hobi tsb.

Caranya?
Paksa, bisa, terbiasa...

Ya, dengan 3 cara tsb, Anda bisa berpindah dari satu kebiasaan ke kebiasaan lainnya. Paksa, bisa, terbiasa.

3 kata tsb, Saya dapat dari mas Ippho, ketika beliau memberikan motivasi sedekah yang jumlahnya wah. Menurut beliau, kuncinya 3. Yaitu, paksa, bisa, terbiasa...

3 hal ini, bisa juga diterapkan dalam hal lain. Misal, Anda memiliki kebiasaan merokok dan ingin berhenti, tidak ada salahnya paksa, bisa, terbiasa...

Dalam hal ingin lebih giat lagi dalam membaca alquran pun sama, yaitu paksa, bisa terbiasa.

Begitu pun hal-hal lain yang masih terasa berat untuk melakukannya...

Jujur, sekarang pun Saya masih senang jika ada pertandingan sepak bola di layar kaca. Sebab, dulu pernah punya cita-cita ingin seperti Mesi yang pandai menggiring bola hingga akhirnya mampu membobol gawang lawan.

Saya akui, meski belum bisa sepandai Mesi, alhamdulillah setiap main futsal selalu Allah izinkan membobol gawang lawan sampai berkali-kali.

Sayangnya, sekarang sudah jarang main futsal. Terakhir main, waktu berkunjung ke lombok bersama kawan-kawan disana...

By the way, kalo anda main futsal, ajak-ajak Saya ya. Sepertinya badan perlu banyak gerak...

Sekian cerita ngawur dari Saya, Salam, LH

Jati Negara, 8 Juni 2017

Komentar