Tulisan kali ini agak panjang, namun tak mengapa, semoga bermanfaat untuk banyak orang... Kemarin lusa, tidak sengaja Saya membaca status Fesbuk Akh Deni yang melintas di beranda. Kurang lebih begini... "Jika ada seorang teman mengingatkanmu tentang puasa 6 hari di bulan Syawal, maka berbahagialah. Sebab kamu berteman dengan orang sholeh..." Sebagaimana kita tau, diantara kenikmatan berteman dengan orang sholeh adalah ia senantiasa mengingatkan dan mendoakan dalam kebaikan. Karenanya, bersyukurlah jika saat ini berteman dengan orang sholeh. Karena ia akan selalu menjadi cahaya dalam hidupmu... Namun demikian, bukan berarti kita tidak boleh berteman dengan orang salah. Sebab ia merupakan tempat kita berdakwah. Silahkan berteman dengan siapa saja. Sip ya...? Balik lagi soal status Fesbuk teman Saya diatas... Begini... Status fesbuk tsb, jadi mengingatkan Saya dengan hadits Nabi yang berbunyi... من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر “Siapa saja ...
Masih dalam suasana lebaran, tadi siang Saya coba sempatkan bersilaturrahim ke kediaman guru Saya, KH. Muhtadi al-Hafiz (semoga Allah menjaganya) Beliau merupakan gurunya para guru. Maksud Saya, banyak santri binaannya yang menjadi guru dan tersebar di berbagai pelosok negeri. Kecuali Saya, bukan guru. Masih senang menjadi pembelajar. Kendati pun beragam profesi, namun yang namanya ngajar ngaji adalah sebuah keniscayaan. Begitu kira-kira pesan beliau waktu itu... Tak ada yang berubah dari beliau, semangat tetap terang menyala, kata-kata tetap tajam bermakna, dan aura bahagia terus memancar, dan menular hangat ke penjuru ruangan. Jujur, jika bertemu sosok ulama seperti beliau, yang teramat bijaksana dan memiliki akhlak mulia, maka tak ada yang lebih patut Saya lakukan kecuali menyimak nasihat dan memintakan doa dari beliau... Sebab, nasihat demi nasihat yang beliau sampaikan terasa jlebb di hati. Begitu pun kualitas doa yang dipanjatkan, jelas beda dengan yang biasa Saya panj...